Minggu, 28 Juni 2009

Sejarah perkembangan Public Relation

A.perkembangan public relation
Dilihat dari sejarah perkembangan public relation itu sendiri sampai saat ini, belum ada suatu data yang pasti mengenai kapan public relation itu ada, dikenal dan terorganisir menjadi suatu badan. Baik pada instansi resmi, maupun juga pada perusahaan swasta.
Menurut perkiraan, lebih kurang sekitar 500 tahun yang lalu public relations sudah dikenal masyarakat, dimana kegiatanya mencakup lapangan ekonomi, kebudayaan dan masalah social lainya. Sehingga pada waktu itu public relation termasuk kepada bentuk organisasi kemasyarakatan yang tertua.
Kemudian perkembangan berikitnya yaitu disekitar abad pertengahan. Pada masa ini pihak gereja nasrani telah memakai public relations dengan sukses, dalam rangka pembentukan pendapat public melalui kata- kata tercetak dalam bentuk selebaran yang isinya menjelaskan mengenai kekuasaan untuk mengetahui hal-hal yang bersifat duniawi dan adat kebiasaan yang terbelakang.
Berdasarkan keterangan di atas, secara sederhana dapatlah ditafsirkan bahwasanya salah satu faktor yang mewarnai perkembangan public relation itu pada abad pertengahan adalah disebabkan karena perkembangan dari adanya kegiatan propaganda.
Pada priode berikutnya yaitu ketika terjadi perubahan social di masyarakat, akibat adanya inovasi dari para cendikiawan berdasarkan disiplin ilmunya telah berhasil menciptakan penemuan-penemuan baru yang berguna bagi kepentingan manusia. James watt dengan penemuan mesin uap pada tahun 1763, Daimrel benz dengan penemuan mobil pada tahun 1887, guglemomarconi dengan penemuan telegrap tanpa kawat dan beberapa penemuan lainnya oleh para ahli. Akibat dari tumbuhmya kemajuan teknologi yang dihasilkan pada waktu itu menimbulkan dampak social yang kuat pada masyarakat internasional terutama sekali di eropa ditandai lahirnya revolusi industri.
Berdasarkan keterangan di atas, adapun perkembangan dari public rerlation itu ssendiri pada masa itu sudah semakin mengarah pada suatu konsep. Maksudnya pada waktu itu sebagian ahli sudah mulai menyadari kegunaan dari pemakaian metoda public relation bagi usaha untuk memperoleh dukungann public terhadap sesuatu gagasan, ide, pendapat maupun juga suatu pembaharuan
B. Faktor yang mempengaruhin perkembanganya
Adapun factor yang mempengaruhi public relation adalah sebagai berikut :
1. Adanya kemerdekaan berfikir, berbicara, berpendapat, berserikat dan berkumpul serta berusaha pada suatu masyarakat.
2. Adanya undang-undang yang menjamin kebebasan warga negaranya untuk berfikir, berbicara, berpendapat, berserikat dan berusaha, pada suatu negara.
3. Adanya inovasi di bidang pendidikan, teknologi dan industri yang memungkinkan timbulnya suasana “competitive society”. Maksudnya suatu suasana kompetisi di masyarakat sebagai akibat adanya aplikasi dari dunia pendidikan, teknologi dan industri sehingga membawa perusahaan social di mayarakat.
Dengan demikian terhadap perkembangan public relations itu sendiri di dalam prakteknya dikatakan public relation itu sebagai suatu profesi. Maksudnya karena dalam pelaksanaan kegiatan public relations itu merupakan suatu ilmu dan sekaligus juga merupakan keahlian. Oleh karenanya public relations itu harus mempunyai integritas dan dedikasi yang mencakup kepada hal sebagai berikut :
1. public relations dalam kegiatanya haruslah nengabdi kepada kepentingan serta kebutuhan dari public.
2. ketika melakukan kegiatan penyebaran informasi dalam rangkaian untuk mempengaruhi pendapat public, public relations haruslah memberi informasi dengan dilandasi suatu sikap yang jujur dan terbuka, sejauh tidak merugikan perusahaan atau instansi tertentu dari segi financial.
Sejalan dengan keterangan di atas, Dr. Edward J . robinson menjelaskan bika kegiatan public relations itu dilaksanakan oleh seorang public relations officer (PRO), maka kegiatan tersebut harus menyangkut kepada berapa hal :
1. seorang PRO harus mengetahui masalahnya.
2. seorang PRO harus mengetahuiasal usul sumber informas.
3. seorang PRO harus mengetahui bentuk informasi yang dapat mengatasi masalah itu.
4. seorang PRO harus dapat dengan tepat menggunakan pengetahua yang ada untuk dipakai kepada mengatasi sesuatu masalah di masa yang akan datang.
5. melalui informasi yang ada, dan terjadi pada waktu lalu dan yang ada pada saat sekarang ini, diharapkan PRO akan dapat mencapai kesimpulan.
Berdasarkan pendapat dari Edward robinson tersebut, aecara praktis seorang
PRO harus memperhatikan kondisi yang tersebut di bawah ini :
1. seorang PRO tidak boleh menyalah gunakan kepercayaan.
2. seoarng PRO harus dapat memberikan informasi yang obyektif dan dapat di pertanggung jawabkan sumbernya.
3. jangan mengadakan kerja sama antar public yang sifatnya merugikan salah satu pihak.
4. melalui metode tertentu seorang PRO harus dapat mengarahkan publik kepada tindakan yang baik dan dapat dipertanggung jawabkan.
C. Pengertian Public Relation.
Dilihat dari sudut etimologi kata, maka peristilahan public relations merupakan gabungan dari dua perkataan yaitu ”public” dan ”relations”
Perkataan ”public” yang ada dalam public relations merupakan peminjaman istilah dari ilmu sosiologi. Oleh karenaya public adalah sekelompok individu yang terikat oleh satu masalah tadi dan berusaha untuk menanggulangi persoalan tadi dengan jalan diskusi sebagai jalan keluarnya.
Dengan demikian dapatlah ditarik pengertian terhadap pengertian public itu sendiri berdasarkan pendapat Herbert Blumer itu sebagai berikut :
1. dihadapi oleh suatu persoalan
2. berbeda pendapat mengenai masalah yang dihadapi, berusaha untuk menanggulangi persoalan.
3. berkeinginan mengadakan diskusi sebagai mencari jalan keluar.
Kemudian istilah pyblic itu sendiri dilihat dari kegiatan public relations dapat berbentuk seperti lembaga, instansi, perusahaan. Di lain pihak dapat pula berbentuk public pemegang saham, public karyawan, public konsumen, public langganan, public anak sekolah dan public anak sekolah. Terhadap pemakaian istilah ”relations”, pada dasrnya mempunyai arti hubungan atau relasi yang timbal-balik antar public yang berkepentingan.
Dari uraian yang ada, untuk memberi arti yang tegas mengenai pengertian publik relation, untuk ini dikemukakan beberapa definisi dari para ahli sebagai berikut:
1. berdasarkan prosesnya maka publik relation menurut Scoot M. Cutlip & Allen H. Center menjelaskan publik relation adalah poroses yang kontinu dari usaha-usaha manajmen untuk memperoleh kerja sama dan saling pengrtian dari para langanan, pegawai, publik umumnya; kedalam mengadakan analisa dan perbaikan terhadap diri sendiri, keluar dengan mengadakan pernyataan-pernyataan.
2. menurut Betran R. Canpield & Frazier Moore, public relation merupakan falsafah social dari manajmen yang mengatakan dengan kebijaksanaan dan mempraktekan melalui komunikasi timbal balik denga publik, berusaha untuk menjamin adanya saling pebgerTian dan kerja sama.
3. Denny Griswold menjelaskan, publik relation adalah suatu pungsi manajmen yang menilai sikap publik, menunjukan kebijaksanaan dan prosedur dari seorang individu atau sebuah lembga atas dasar kepentingan publik, merencanakan dan menjalankan rencana kerja untuk memperoleh pengertian dan dapat diterima dengan baik oleh publik.
Dari beberapa pendapat yang ada, dapatlah dijelaskan bahwasanya pengertian publik relation itu sendiri mencakup sebagai berikut:
a. publik relation itu adalah suatu proses komunikasi.
b. Publik relation itu adalah falsafah sosial manajmen ketika mengambil suatu keputusan bagi suatu kebijaksanaan.
c. Dalam prakteknya publik relation itu menjelaskan fungsi dari manajmen itu adalah plening, organizing, aktuting, dan kontroling.
d. Dilihat dari prosesnya, maka publik relation mempunyai dua bentuk kegiatan yaitu iternal publik relation atau internal komunication dan external publik relation atau external komunication.
Pengertian publik relation itu sendiri bila diliha dalam study komunikasi maka akan mempunyai arti publik relation merupak salah satu bentuk spesialisasi dari ilmu komunikasi yang bertuajuan untuk menumbuhkan saling pengertian dan kerja sama antar publik dengan jalan komunikasi timbal balik; untuk mencapai tujuan bersama atas dasar saling menguntungkan.
Referensi:
1. Djaja H.R. Danan, Peranan Humas Dalm Perusahaan, penerbit Alumni 2985 Babdung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

bubuhkan komentar anda